Kamis, 07 April 2011

Segitiga Beda Sisi

Segitiga Beda Sisi


PAGI-PAGI sekali,saat gue nyabu nyarap bubur ayam di depan sekolah,Zia menghampiriku.
Mie,gue boleh nanya nggak?”tanyanya ke gue sehabis pesan gado-gado.”Gue mau nanyain tentang seseorang sama lo,”cerocos Zia tak beri kesempatan.”Setau gue,lo kan deket sama Marcell,lo pasti tahu dong semua hal-hal yang berkaitan dengan dia.hobinya,tempat tongkrongannya,atau tipe ceweknya.Bantuin gue ya,Mie!”Zia memohon.

“Ooo, jadi lo mau ngegebet si marcell neh…ciehhh”
“Bener kan lo tau tentang dia?”
Akhirnya gue bilangin juga kalo Marcell itu jago basket dan bisa main biola.”Berarti bisa nyanyi juga cdong!”celetuk Zia penuh semangat.
“Nyantai aja kale.sorry nih,untuk yang satu ini,dengan sangat menyesal gue harus bilang :suaranya tuh fals!”

“Trus,tipe ceweknya gimana?”Zia tak peduli.”Dia suka cewek yang enak diajak ngobrol,pengertian,nggak posesif-mau tau semua yang dia lakuin.pokoknya cewek itu model easy going.kalo Marcell pengen curhat,ya dia dengerin,tapi kalo nggak,ya diemin aja,”jawab gue panjang lebar.

“Menurut lo,gue termasuk tipe nya nggak?”Tanya Zia pantang menyerah,sekalipun kali ini mendadak tampak lesu.”kalo lo mau dia suka sama lo,bukan berarti lo harus jadi tipe cewek kayak yang ada dipikirannya.be your self aja kale…”
                                   
                                    ***
SUATU siang di kelas.
“Mar,lo ikutan servey ke anyer nggak?”Tanya gue sambil mencondongkan kepala ke tempat duduk Marcell.”Emangnya siapa aja yang bakalan ikut?”Marcell balik bertanya.
“lo ini gimana sih?ditanya kok malah balik bertanya .Ya,paling pengurus inti sama seksi humas,”jawab gue.”Berangkat jam berapa?”Tanya Marcell dengan tatapan matanya yang bikin gue salting.

Nggak tau sejak kapan Marcell terasa karib dengan gue.dia sering menceritakan segala kekhawatirannya,kebahagiaannya,dan segala kebimbangannya pada gue.gue juga nggak tau,sejak kapan gue mulai menunggu ceritanya,keluh kesah,dan tentunya tatapan matanya yang terkadang menampakan kesedihan.
“Besok ngumpul di skul,jam 7 biar nggak kena macet.juga kita bisa lebih lama di sana,”jawab gue penuh semangat.Ooo,…,,lagi-lagi mata itu bikin gue begitu terlena.

“Oya,Mie!lo jangan lupa bawa bikini,ya!udah lama gue nggak liat cewek pake bikini!”Parah!

                                    ***
Sesampai di anyer,seusai santap siang,gue dan teman-teman mutusin bermain-main di pantai.semuanya terlibat,nggak ada yang nggak ikut nyebur ke air.begitu matahari nyaris ambles di cakrawala,teman-teman beranjak ke conttage-kecuali gue dan Marcell.
“Lo ga masuk,Mie?ntar masuk angin loh,”Ucap marcell sambil duduk di sebelah gue.
“Ntar lagi aja.di Jakarta kan lo nggak bakalan ngeliat sunset yang begini indahnya,”sahut gue sambil terus memandangi laut.Romantik amat,ya…”kalo lo mau ke dalam,nggak apa-apa kok,”Sambung gue sambil memainkan pasir.

Tiba-tiba saja gue udah berada dalam pelukan Marcell.gue kaget,tapi gue bener-bener ngerasain kehangatannya.”Gue nggak akan ninggalin lo sendirian.lo masuk,ya…baju lo udah basah gini!”bisik Marcell sambil agak melonggarkan pelukannya.Entah karena terbawa suasana pantai yang menghanyutkan atau karena terpukau tatapan mata Marcell yang juga sama-sama menghanyutkan,gue nggak sanggup menolak saat bibirnya mendekati muka gue.justru di saat itu,mendadak gue teringat wajah Zia yang selalu berseri-seri kala membicarakan Marcell.gue menarik tubuh dari pelukannya.

“Sorry Mie,bukannya gue mau berbuat yang nggak sopan sama lo.Gue…”
“Udahlah,Mar,nggak usah dibahas,”sergah gue mengigil.”Mie,selama ini gue bener-bener sayang sama lo.Cuma lo yang mau dengerin semua cerita gue.Cuma lo yang selalu bantu ngadepin masalah-masalah gue,Mie.selama ini gue nggak yakin apa harus jujur sama lo.gue takut kehilangan lo kalo lo tau semua ini.tapi gue juga nggak ingin suatu hari nanti ngerasa nyesel karena nggak ngungkapin isi hati gue.Mie,gue ingin selalu melindungi lo.gue ingin jadi cowok lo.lo mau kan?”ucap Marcell sambil menatap gue tajam.

“Mar,apa lo nggak tau kalo Zia itu suka sama lo?gue nggak mau nyakitin perasaan dia.lagi pula Zia itu lebih dari segalanya,Mar,”sahut gue.
Gue mulai merasa mual.”Tapi,Mie,cinta kan nggak bisa di paksain,apa gue salah kalo gue lebih milih lo ketimbang Zia?gue lebih milih lo walau lo nggak lebih pinter,lebih kaya dari Zia.gue sayang sama lo walau lo sering ngeledekin gue dan terkadang galak sama gue.itu namanya cinta yang tulus.Mie.lagi pula siapa yang bilang lo nggak lebih cantik dari Zia?lo punya sesuatu yang nggak dimiliki cewek lain.”

Gue lihat ada yang terluka dalam hati Marcell.gue lihat itu dari tatapan matanya.haruskah gue menyakiti Marcell?tapi gue juga nggak sanggup membuat Zia merasa kecewa!”Tapi,Mar,gimana lo bisa milih gue ketimbang Zia,padahal lo belum satu kalipun ngobrol sama dia?kenapa enggak lo coba dulu?siapa tau aja lo bisa ngerasain chesmystri?siapa tau lo juga bisa curhat-curhatan sama dia….”

                                    ***
TIGA  bulan sejak kejadian di Anyer,gue lihat marcell begitu mesra dengan Zia.tak jarang gue diajak berpergian bareng mereka.Marcell selalu memperlakukan Zia dengan sangat romantis dan istemawa.Cemburukah gue?Mungkin…Mungkin juga gue merasa agak menyesal,tapi mungkin inilah jalan terbaik.

Ah,biarlah segitiga di antara kami tidak sama kaki,tidak pula sama sisi.Mencari,Mendapatkan dan memelihara persahabatan jauh lebih susah ketimbang memburu,menangkap,dan memelihara kekasih.Aku percaya,tuhan akan menjadikan segalanya indah pada waktunya.














Sepeda Cinta “Pangeran Kodok dan Putri keong”

Sepeda Cinta
“Pangeran Kodok dan Putri keong”


(di tengah hiruk pikuk lampu merah perempatan harmoni)
“I’m sitting here in the boring room, it’s just another rainy Sunday afternoon
I’m wasting my time, I got nothing to do,I’m hanging around,I’m waiting for you,But nothing ever happens and I wonder”

Bian yang kala itu hanya memakai kaos oblong dan celana pendek yang memperlihatkan betisna yang gede dan bulu kaki yang lebat cuek aja,terus bernyanyi walaupun beberapa pasang mata pengendara motor di kanan dan kiri kami bingung melihat kelakuan kami berdua.

“Astaga…hari gini masih ada aja yang pacaran naik sepeda BMX…”sayup-sayup terdengar percakapan pengendara motor sebelah kami dengan yang di boncengnya.
“Yok  putri keong sebutan sayang Bian padaku,dah ijo tuh lampunya genjot lagiii…”semangat Bian mengayuh di tanjakan lampu merah sambil melewati beberapa orang polisi yang sibuk bercengkrama.

“Mana ada sepeda di tilang…kalo mau tilang aja ambil nih sepedanya,”guyon Bian.kurasakan angin malam menerpa wajahku yang duduk nangkring di depan ,sambil sesekali mengomentari orang-orang yang kami lewati,bercerita tentang apa saja yang saat itu teresit dalam otakku.Bian tetap dengan sepeda yang di kayuhnya.

(selepas harmoni,melewati pasar baru dan gunung sahari)
“I wonder how,I wonder why…yesterday you told me’bout the blue blue sky
And all that I can see is just another lemon tree,I’m turning my head up and down
I’m turning turning turning turning turning around
And all that I can see is just a yellow lemon tree.and I wonder.wonder…”
“kamu capek ga sih?”(pertanyaan basa basi yang sebenarnya ga’perlu aku tanyain)
“yah cape lah,gile liat nih betis tambah gede.”canda pangeran kodok sebutan syangku pada Bian sambil mendorong sepeda menyebrangi jalan.

“Wakakakaka betisnya tambah seksi,apalagi bulunya bisa buat bikin kemoceng!”balasku sambil mengikutiny berlari kecil.”Ok,hampir sampai di tujuan nih mengantar putri keong yang manja banget!”
“I wonder how,I wonder why,yesterday you told me’bout the blue blue sky
And all that I can see,and all that I can see,and all that I can see,
Is just a yellow lemon tree.”Akhirnya sampaiiii….,”teriakku.
“terima kasih ya pangeran kodokku sayang,putri keong sudah tiba dengan selamat di istana.”
“Hehehehe… kamu sudah selamat putri keong ,aku yang belum nih…perjuangan belum berakhir putriku…”



























Sepeda Cinta
“Pangeran Kodok dan Putri keong”


(di tengah hiruk pikuk lampu merah perempatan harmoni)
“I’m sitting here in the boring room, it’s just another rainy Sunday afternoon
I’m wasting my time, I got nothing to do,I’m hanging around,I’m waiting for you,But nothing ever happens and I wonder”

Bian yang kala itu hanya memakai kaos oblong dan celana pendek yang memperlihatkan betisna yang gede dan bulu kaki yang lebat cuek aja,terus bernyanyi walaupun beberapa pasang mata pengendara motor di kanan dan kiri kami bingung melihat kelakuan kami berdua.

“Astaga…hari gini masih ada aja yang pacaran naik sepeda BMX…”sayup-sayup terdengar percakapan pengendara motor sebelah kami dengan yang di boncengnya.
“Yok  putri keong sebutan sayang Bian padaku,dah ijo tuh lampunya genjot lagiii…”semangat Bian mengayuh di tanjakan lampu merah sambil melewati beberapa orang polisi yang sibuk bercengkrama.

“Mana ada sepeda di tilang…kalo mau tilang aja ambil nih sepedanya,”guyon Bian.kurasakan angin malam menerpa wajahku yang duduk nangkring di depan ,sambil sesekali mengomentari orang-orang yang kami lewati,bercerita tentang apa saja yang saat itu teresit dalam otakku.Bian tetap dengan sepeda yang di kayuhnya.

(selepas harmoni,melewati pasar baru dan gunung sahari)
“I wonder how,I wonder why…yesterday you told me’bout the blue blue sky
And all that I can see is just another lemon tree,I’m turning my head up and down
I’m turning turning turning turning turning around
And all that I can see is just a yellow lemon tree.and I wonder.wonder…”
“kamu capek ga sih?”(pertanyaan basa basi yang sebenarnya ga’perlu aku tanyain)
“yah cape lah,gile liat nih betis tambah gede.”canda pangeran kodok sebutan syangku pada Bian sambil mendorong sepeda menyebrangi jalan.

“Wakakakaka betisnya tambah seksi,apalagi bulunya bisa buat bikin kemoceng!”balasku sambil mengikutiny berlari kecil.”Ok,hampir sampai di tujuan nih mengantar putri keong yang manja banget!”
“I wonder how,I wonder why,yesterday you told me’bout the blue blue sky
And all that I can see,and all that I can see,and all that I can see,
Is just a yellow lemon tree.”Akhirnya sampaiiii….,”teriakku.
“terima kasih ya pangeran kodokku sayang,putri keong sudah tiba dengan selamat di istana.”
“Hehehehe… kamu sudah selamat putri keong ,aku yang belum nih…perjuangan belum berakhir putriku…”



























The love choir

Beberapa Kisah Cintaku

The Love Choir

Aku dan Bian sudah berteman sejak masih kelas dua SMP.saat itu sama sekali tidak ada bayangan bahwa hubungan kami akan berlanjut ke tahap sekarang ini. Yah,namanya juga masih bau kencur.apa sih yang dipikirkan anak umur tiga belas tahun waktu itu?
Aku masih ingat betul bagaimana Bian menembakku.Itu pertama kalinya bagiku.saat itu kami duduk di kelas 3 SMP.kira-kira di akhir Cawu I, di sekolah kami diadakan sebuah pentas seni.tahukan yang namanya pentas seni ramainya minta ampun.dan selama tiga hari,di sekolah kami tidak ada kegiatan belajar mengajar.yang ada cuman “NgeBand”,jingkrak-jingkrak,dan jerit-jerit enggak karuan .bagiku,yang waktu itu benar-benar tipe anak Bibliomania,acara macam begitu sama sekali tidak menarik perhatianku.Aku lebih suka menghabiskan waktu-waktu kosong bersama gerombolanku di dalam kelas sambil membahas soal-soal Ebtanas.
Waktu aku SMP dulu,aku ini bener-bener “ndeso” habis.bayangkan saja,selama 3 tahun,lagu barat yang kutahu Cuma lagu I Have A Dream-nya Westlife.Nggak ada yang kupikirkan selain belajar dan belajar.bagiku,pujian dan penghargaan yang diberikan guru dan teman-teman itu adalah segala-galanya. “Gila,Mia pinter banget!Aljabar kan susah banget!”adalah makanan yang sudah jadi makananku setiap hari.Aku sampai tidak ada waktu untuk ngegebet cowok,pakai lipgloss,atau jalan-jalan ke Mall seperti yang kebanyakan anak cewek di kelasku lakukan setiap hari.sama sekali nggak pernah.
Lalu Bian sendiri?Wah,dia itu cowok yang ramai banget!entah bagaimana caranya,ia tidak pernah bersusah payah mendapat rangking satu untuk bisa menarik perhatian guru dan teman-teman sekelas.yang jelas,kepribadian kami bagai bumi dan matahari.
Kami sekelas saat masih di kelas dua.tapi begitu di kelas tiga,kelas kami berpisah.tapi meski begitu,kelas kami masih bersebelahan.jadi hanya dari dalam kelasku saj,aku sudah bisa mendengar jeritan dan ketawanya yang nggak karuan setiap jam istirahat.kuakui saat masih kelas dua,hubungan kami terbilang akrab.kami sering bekerja dalam satu kelompok tugas.dan Bian sering sekali membantuku saat olah raga(terutama kalau tes lompat tinggi,dimana aku SERING sekali NYANGKUT di papan lompat).dan karena dirinya yang begitu terbuka dan bersahabat,hampir tak ada bagian dari sekolah kami yang tidak kenal dengan namanya.termasuk aku,yang saat itu menganggapnya sebagai teman laki-laki terhebat yang pernah kumiliki.
Lalu semua itu berubah,saat pentas seni (pensi) pada hari kedua.disekolahkuada ektrakulikuler paduan suara.dan paduan suara SMP kami saat itu sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba di bandung.tapi karena kekurangan dana,mereka melakukan semacam ngamen,dengan tampil di atas panggung pensi dan menyanyikan lagu apapun yang di minta penonton dengan imbalan uang.saat giliran mereka naik panggung,aku sedang duduk di bangku penonton (saat itu aku terseret-seret temanku yang begitu inginnya menonton paduan suara).awalnya paduan suara itu menyanyikan lagu-lagu pop biasa,lalu saat memasuki lagu ketiga,sang direjen itu berhenti dan membalikkan tubuhnya kea rah penonton.
“Bapak-Ibu Guru dan temanku sekalian ,”kata Ria,sang direjen.”sekarang kami akan menyanyikan sebuah lagu yang khusus di pesan oleh seseorang.lagu ini khusus di persembahkan olehnya untuk seorang perempuan yang dia suka selama hampir setahun!!lautan tepuk tangan dan sorak yang kurasa hampir meledakkan telingaku bergempita dimana-mana.seluruh murid mendadak berkumpul di tengah lapangan .
“Oke,oke!!Tenang,para hadirin,”ujar Ria denga cengar-cengir nggak karuan di atas panggung.”Dia bilang,cewek yang di taksirnya suka banget dengan lagu ini.dan demi lagu ini,dia membayar kami dengan Semua Uang Sakunya Bulan Ini!!!”Ramai lagi,benar-benar kalah sama suara bom kuningan.Kemudian Ria berbalik menjetikkan tangannya kembali.suasana mendadak sepi,seakan ingin mendengarkan apa yang bakal paduan suara itu nyanyikan.lalu kekagetan besar benar-benar menimpaku semenit kemudian .bukan karena suara paduan suara itu menyanyikan lagu I Have A Dream-nya Westlife,bukan karna beberapa murid sekelasku kini melirik dengan mata sebesar bola golf ke arahku,bukan juga karena paduan suara di panggung itu,dan juga seisi sekolah,kini melirik ke rah seorang cowok jabrik yang sedang berjalan ke tengah lapangan.buka itu!!
Tapi karena si cowok jabrik itu kini mendatangani tempat dudukku.Ya,Bian mendatangi AKU!!!!!!!!!!!!! Saat paduan suara itu berhenti bernyanyi,dan seisi sekolah termasuk para guru melirik padaku,dan teman-teman se-geng ku menatap Bian seakan dia makhluk Pluto yang baru mendarat di bumi,Bian menarik tanganku supaya ikut berdiri bersamanya.saat itu,saking kagetnya,di kepalaku sama sekali tidak kepikiran apapun.jadi aku ikuti saja apa yang Bian mau.lalu,dengan sebuah Microphone di tangan kanan nya,Bian menatapku dan berkata,
“Mia,gue suka sama lo.lo mau nggak pacaran sama gue?”semua bocah di tempat itu menjerit hingga kurasa kalau pesawat AS datang dan menjatuhkan rudal di tempat itu sih mereka bodoh amat.semua guru berdiri,mendelik ke arahku,dan ikut bertepuk seakan kami ini sedang bermain topeng monyet.sementara aku?Wah,wajahku sudah nggak karuan,mungkin sudah semerah darah,atau bahkan seungu terong.yang jelas,kjadian itu benar membuatku malu,dan sedikit terharu mungkin.
Tentu saja,aku ini sama sekali nggak ada cakep-cakepnya.malah,kalau boleh jujur nih aku ini kurus banget,tapi kenapa ,Bian,cowok asyik yang meski tampangnya nggak ada coverboynya sama sekali,bisa suka denganku yang begini?sampai harus mengorbankan uang sakunya demiku?
Itu aneh sekali,tapi romantis,tapi dasar diriku.harga diri rangking satuku tetaplah segala-galanya,aku tidak mau pacaran karena akan menggangu nilai-nilaiku.aku tak mau para guru akan mengganggap bahwa aku ini sama dengan anak-anak lain.aku mau mereka tetap mengganggap diriku ini adalah murid teladan dan bisa di banggakan oleh mereka.dan itulah yang berada dalam pikiranku sejenak.jadi,seharusnya aku mengatakan “Tidak”pada Bian.Ya,aku harus menolaknya.lalu ku tatap kedua mata besarnya yang entah kenapa terasa memikat untuk sesaat.kutarik nafasku dalam-dalam dan kuraih Microphone di tangannya dan berkata,
“Tentu saja mau!!kok masih nanya,sih??” lalu seisi sekolah menjerit riuh dengan mengelu-elukan nama kami.Bian mencium pipiku sebagai tanda sayang.aku benar-benar tidak tahu mengapa yang kukatakan justru berbeda dengan apa yang kupikirkan.tapi begitu Bian mengecup pipiku oh…rasanya semua kekecewaan itu segera lenyap seperti angin.saat itulah aku menyadari bahwa saat aku berpikir tadi itulah saat dimana aku sedang berbohong.tapi hatiku ternyata tidak bisa melakukan itu.dan setelah kukatakan penerimaan itulah ,hatiku menjerit begini,
“Ya ampun,ini dia cowok yang Tuhan kirimkan untukku.”Kami berpacaran sejak saat itu.dan hubungan kami telah berlangsung selama 2 tahun Bian sudah membuat hari-hariku berwarna-warni,melebihi warna pelangi.ah..aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi andaikan saat itu aku mengatakan “Tidak” padanya.




Kamis, 03 Maret 2011

Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia

Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia

 Sampai kira-kira 28 tahun lalu (1975) kemiskinan bukanlah topik bahasan seminar dan surat-surat kabar. Baik masyarakat maupun pemerintah “tabu” membahasnya. Pembangunan dianggap akan menghapuskan kemiskinan “dengan sendirinya”.Dan pakar ekonomi dengan analisis-analisisnya berdiri paling depan dalam barisan para pakar yang manganggap bahwa pertumbuhan ekonomi cukup mampu mengatasi segala masalah sosial ekonomi bangsa.

Selama periode 1976-1996 (20 tahun, Repelita II-V) angka kemiskinan Indonesia turun drastis dari 40% menjadi 11% yang dianggap cukup menjadi pembenaran bahwa pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% par tahun dalam periode itu adalah faktor penentunya. Maka krismon 1997-98 yang kembali meningkatkan angka kemiskinan menjadi 24% tahun 1998 dengan mudah dijadikan alasan kuat lain bahwa memang pertumbuhan ekonomi adalah segala-galanya”.
Menurut saya,pakar ekonomi (teknokrat ekonomi) bukanlah pendukung kuat kebijakan dan program-program penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

Program Penanggulangan Kemiskinan bersasaran (targeted poverty alleviation) paling serius dalam sejarah bangsa Indonesia adalah program IDT di sepertiga desa di Indonesia, dan program Takesra/Kukesra di dua pertiga desa lainnya. Keduanya didasarkan atas Inpres 5/1993 dan Inpres 3/1996, yang pertama dengan anggaran dari APBN dan yang kedua dari APBN ditambah bantuan “konglomerat”.Program IDT maupun Takesra/Kukesra keduanya dilaksanakan melalui pendekatan kelompok sasaran antara 15-30 kepala keluarga dengan pemberian modal bergulir, yang pertama (IDT) sebagai hibah dan yang kedua sebagai pinjaman/kredit mikro.

Meskipun terkesan di masyarakat luas bahwa program IDT dan Takesra/Kukesra ini semuanya sudah “gagal total” karena tidak ada lagi dana segar yang disalurkan kepada penduduk miskin, dan sudah ada program-program penggantinya yaitu PPK (Program Pengembangan Kecamatan), tetapi penelitian kami sekaligus mengujicoba kuesioner dan Manual ESCAP di DIY membuktikan yang sebaliknya. Dana hibah program IDT di Karangawen, Gunungkidul, telah meningkatkan pendapatan penduduk miskin sebesar 97% selama 8 tahun (1994-2002).Meskipun dana IDT diberikan sebagai hibah pemerintah pusat kepada 123.000 pokmas di seluruh Indonesia, tetapi di Karangawen otomatis dijadikan model simpan pinjam yang kini telah berkembang 126%.Bukti dari lapangan ini menunjukkan bahwa rakyat/penduduk miskin tidak pernah memperlakukan dana IDT sebagai program belas kasihan (charity) tetapi benar-benar sebagai dana program pemberdayaan ekonomi rakyat yang mampu mengembangkan masyarakat desa yang mandiri dan percaya diri. Dalam kaitan ini saya sedih sekali dan sulit memahami arogansi pakar-pakar ekonomi dan sosial yang enggan pergi ke desa-desa dan selalu menolak hasil-hasil penelitian apapun yang menunjukkan rakyat/penduduk miskin bukan orang-orang bodoh, malas, sehingga hanya bisa maju dengan instruksi dari pemerintah atau orang-orang “pandai” dari luar. Dari kasus ini terbukti bahwa justru bukan rakyat/penduduk miskin yang bodoh/malas, tetapi para pakar ekonomi/sosial itulah sebenarnya yang malas/bodoh. Dalam pada itu aparat birokrasi yang berbicara lancar tentang segala program “taskin”, dalam kenyataan sering memperlihatkan kepedulian dan komitmen yang amat rendah terhadap kehidupan dan nasib penduduk miskin di daerahnya. Ada seorang bupati di Bengkulu yang tidak peduli pada anggota pokmas IDT yang telah ditipu pengusaha pemasok sapi setempat padahal 4 bulan sebelumnya sudah ada “laporan” masuk tentang hal itu di kantornya. Di Maluku seorang pejabat PMD kecamatan tidak berterima kasih tetapi malah mengeluh “tambah kerjaan” saat dikonfirmasi (1996) bahwa seluruh kota di propinsi, kabupaten/kota di “IDT” kan. Faktor-faktor itulah yang secara keseluruhan mempersulit upaya penanggulangan kemiskinan bersasaran di Indonesia.

 Lokakarya kita 2 hari ini bagi sementara orang memang bertajuk kurang menarik, yaitu hanya membahas “aplikasi manual tentang penanggulangan kemiskinan bersasaran” (A Manual for Evaluating Targeted Poverty Alleviation Programmes),“lebih-lebih” dengan bahasa Inggris.Namun karena telah ada putusan panitia penyelenggara bahwa pada hari kedua ini kita boleh penuh menggunakan bahasa Indonesia atau bagi saya bahasa Jawa di sana-sini,sebaiknya kita berusaha maksimal memanfaatkannya. Manual yang dimaksud dan kuisioner yang menyertainya telah saya terapkan (diujicobakan) di 5 kabupaten/kota di propinsi DIY mulai September 2002–Januari 2003 dan sebagian hasilnya saya laporkan dalam makalah dengan bahasa Inggris yang “bopeng-bopeng”.
Tiga kritik utama saya terhadap manual ini adalah: Pertama,pendekatannya masih kurang cocok dengan kondisi sosial-ekonomi-budaya riil Indonesia yang masih bersifat dualistik, yaitu masih adanya perbedaan besar antara sektor modern-industrial dan sektor tradisional perdesaan (ekonomi rakyat). Kedua, pendekatan terhadap responden/peserta program penanggulangan kemiskinan bersasaran (PKB) sangat individual/perorangan, padahal dalam kenyataan di semua program PKB peranan kelompok masyarakat (Pokmas) sangat besar.Ketiga, pada bidang usaha/kegiatan ekonomi diasumsikan adanya pemisahan yang jelas/tegas antara kegiatan ekonomi rumah tangga sehari-hari dengan usaha/bisnis termasuk dalam pembukuannya. Namun harus diakui bahwa manual ini benar-benar sangat bermanfaat dan menggugah kita di Indonesia yang selama ini belum pernah membuat upaya-upaya seperti ini, yaitu mengadakan evaluasi secara kuantitatif dampak program (sosial/ekonomi) PKB.
Memang kita sudah sering berbicara tentang MONEV (Monitoring and Evaluation) tetapi belum pernah mengukur secara kuantitatif dampak program-program ini pada tingkat rumah tangga (household), lebih-lebih pada tingkat pemanfaat langsung (beneficiary) dan juga pada tingkat Pokmas beranggotakan 15-30 orang. Jadi yang sering terjadi, meskipun kita sering megadakan MONEV di berbagai daerah kabupaten/kota atau propinsi, namun laporannya selalu bersifat non kuantitatif, yaitu, baik, sedang, kurang, dan sebagainya, dan tidak pernah dapat menunjukkan berapa persen pendapatan penduduk/penerima manfaat telah meningkat sebagai hasil dari program tertentu dan berapa persen penduduk miskin telah menjadi tidak miskin lagi per desa,per kabupaten, dan per propinsi. Satu dua propinsi seperti DIY dan Bali melaporkan berhasil melaksanakan program IDT, tetapi tidak ada laporan secara kuantitatif berapa ribu orang telah dibebaskan dari kemiskinannya selama 8-9 tahun program IDT, dan berapa persen kenaikan pendapatan mereka yang telah tidak miskin lagi.
Dampak negatif belum adanya evaluasi kuantitatif ini sangat jelas yaitu pemerintah tidak pernah mampu untuk mempertajam program-progam PKB, yaitu di daerah-daerah mana saja program-program perlu dikendorkan karena masyarakat/ ekonomi rakyat sudah dapat mandiri/diberdayakan, dan di daerah mana saja program-program masih perlu ditingkatkan berdasar dan mengambil pelajaran dari pelaksanaan program-program serupa di daerah yang telah berhasil seperti DIY dan Bali tersebut. “Studi banding” dalam arti sebenarnya jarang dilakukan pejabat, bahkan jika mereka bertemu dalam konperensi nasional/regional pun yang mereka tukar pendapatkan bukan upaya-upaya konkrit melaksanakan program-program yang baik tetapi sekedar omong-omong “kagum-mengagumi” praktek-praktek tertentu tanpa tindak lanjut perincian program-program yang dikagumi sebagai program-program yang berhasil.

Maka Manual ESCAP ini dengan penyempurnaan-penyempurnaan kita dan penyesuaian tertentu pada budaya nasional/regional kita di Indonesia dapat menjadi titik awal metode ilmiah evaluasi (dan monitoring) macam-macam PKB kita seperti yang kini kita laksanakan, yaitu PPK. PPK yang merupakan peningkatan program IDT dalam perhitungan kita baru dapat meningkatkan pendapatan sebessar 11% dibanding 97% pada program IDT (pada tingkat rumah tangga/household), meskipun pada tingkat pemanfaat (beneficiaries) sebesar 63,2%, lebih tinggi dibanding IDT yang 35,4%.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepaa UN-ESCAP yang telah memberikan kepercayaan untuk mengujicobakan manual ini di Yogyakarta, tempat kedudukan kami. Seandainya lokakarya ini dapat dilaksanakan di Yogyakarta tentu dapat lebih menarik lagi bagi para peserta yang kemudian dapat mengadakan pembicaraan “tatap muka” langsung dengan orang-orang anggota pokmas yang telah naik tingkat dari miskin menjadi tidak miskin lagi. Mudah-mudahan pemerintah Indonesia dapat benar-benar tergugah untuk melaksanakan evaluasi-evaluasi kuantitatif seperti ini di semua daerah dan hasil-hasilnya ditindaklanjuti setiap tahun dalam bentuk penajaman program-program penanggulangan kemiskinan bersasaran.

Modernisasi pertanian terhadap masyarakat samin

Modernisasi pertanian terhadap masyarakat samin

Ajaran Samin (Saminisme) disebarkan oleh Samin Surosentiko (1859-1914).Ajaran
saminisme adalah sebuah konsep penolakan terhadap budaya kolonial Belanda dan penolakanterhadap kapitalisme yang muncul pada masa penjajahan Belanda abad ke-19 di Indonesia.Sebagai gerakan yang cukup besar Saminisme tumbuh sebagai perjuangan melawankesewenangan Belanda yang merampas tanah-tanah dan digunakan untuk perluasan hutan jati.
Masyarakat Samin tersebar pertama kali di daerah Klopoduwur,Blora,Jawa Tengah.
Samin berkembang di dua desa hutan kawasan Randublatung,Kabupaten Bojonegoro,Jawa
Timur.Gerakan ini lantas dengan cepat menjalar ke desa-desa lainnya,mulai dari pantai utara Jawa sampai ke seputar hutan di Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan,atau disekitar perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur menurut peta sekarang.Menurut data yang lain, orang Samin tinggal menyebar di daerah Bojonegoro,Tuban,Blora,Rembang,Grobogan,Pati,dan Kudus.Mereka berdomisili tidak menggerombol, melainkan terpencar-pencar misalnya,tiap desa terdapat 5-6 keluarga, tetapi solidaritas sosialnya menyatu.Duatempat penting dalam keberadaaan masyarakat Samin sekarang adalah Desa Klopodhuwur diBlora dan Desa Tapelan di Kecamatan Ngraho,Bojonegoro yang memiliki jumlah terbanyak pengikut Samin.
Masyarakat Samin memiliki tiga unsur gerakan saminisme,yaitu :gerakan yang mirip organisasi proletariat kuno yang menentang sistem feodalisme dan kolonial dengan kekuatan agraris terselubung,gerakan yang bersifat utopis tanpa perlawanan fisik yang mencolok,dan gerakan berdiam diri (dengan cara tidak membayar pajak,tidak menyumbangkan tenaganya untuk negeri,menjegal peraturan agraria dan pengejawantahan diri sendiri sebagai dewa suci).

Pokok ajaran Samin adalah sebagai berikut:

• Agama adalah senjata atau pegangan hidup.Paham Samin tidak membeda-bedakan
agama, oleh karena itu orang Samin tidak pernah mengingkari atau membenci agama.
Yang terpenting adalah tabiat dalam hidupnya.
• Jangan mengganggu orang,jangan bertengkar,jangan suka iri hati dan jangan suka mengambil milik orang.
• Bersikap sabar dan jangan sombong.

Manusia hidup harus memahami kehidupannya sebab hidup adalah sama dengan roh dan
hanya satu dibawa abadi selamanya.Menurut orang Samin,roh orang yang meninggal
tidaklah meninggal,namun hanya menanggalkan pakaiannya.Bila berbicara harus bisa menjaga mulut,jujur dan saling menghormati.Berdagang bagi orang Samin dilarang karena dalam perdagangan ada unsur ketidakjujuran,serta tidak boleh menerima sumbangan dalam bentuk uang.
Orang Samin memiliki rasa religi yang kuat sehingga sering kali membuat para
pendatang (tamu) merasa risih dan malu karena mereka sangat jujur,serta pemurah terhadap para tamu,Misalnya :seluruh makanan yang mereka simpan disajikan kepada tamunya dan tidak pernah memikirkan berapa harganya. Dalam pergaulan sehari-hari, baik dengan keluarganya,sesama pengikut ajaran,maupun dengan orang lain yang bukan pengikut Samin,orang Samin selalu beranjak pada ajaran turun- temurun dari pendahulunya,yaitu ono niro mergo ningsun,ono ningsun mergo niro (adanya saya karena kamu, adanya kamu karena saya).Ucapan itu menunjukkan bahwa orang Samin sesungguhnya memiliki solidaritas yang tinggi dan sangat menghargai eksistensi manusia sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial.Karena itu,orang Samin tidak mau menyakiti orang lain,tidak mau petil jumput (tidak mau mengambil barang orang lain yang bukan haknya),tetapi juga tidak mau dimalingi(haknya dicuri).Intinya,semua yang berawal baik,maka akan berakhir baik pula.
Pandangan masyarakat Samin terhadap lingkungan sangat positif.Mereka memanfaatkan
alam (misalnya mengambil kayu)secukupnya saja dan tidak pernah mengeksploitasi.Hal ini sesuai dengan pikiran masyarakat Samin yang cukup sederhana,tidak berlebihan,dan apa adanya.Tanah bagi mereka ibarat ibu sendiri,artinya tanah memberi penghidupan kepada mereka.Sebagai petani tradisional maka tanah mereka perlakukan sebaik-baiknya.Dalam pengolahan lahan(tumbuhan apa yang akan ditanam) mereka hanya berdasarkan musim saja yaitu penghujan dan kemarau.Pandangannya terhadap ekologi dan ekosistem tersebut dapat dijumpai pada ucapan mereka,yaitu : banyu podo ngombe,lemah podo duwe,godong podo gawe(air sama-sama diminum,tanah sama-sama punya, daun sama-sama dimanfaatkan).
Ajaran inti masyarakat Samin adalah apa yang disebut mereka dengan agama Adam,
yaitu suatu agama yang terbentuk secara alamiah yang menekankan ajaran pada pemujaan
tertinggi kepada bumi dan penilaian tertinggi kepada peran para petani kepada masyarakat.

REVOLUSI SEKTOR JASA & KARAKTERISTIK JASA

REVOLUSI SEKTOR JASA & KARAKTERISTIK JASA

Penasihat Ekonomi Bank Dunia untuk Asia Selatan, editor buku "The Service Revolution in South Asia"
CINA dan India sedang berlomba dalam bidang ekonomi. Namun, cara yang mereka tempuh amatlah berbeda. Cina unggul sebagai pengekspor produk manufaktur, sedangkan India meraih reputasi global dengan mengekspor layanan jasa modern. Bisa dikatakan, India sudah melampaui sektor manufaktur, lepas landas dari agrikultur ke bidang jasa.
Perbedaan pola pertumbuhan kedua negara itu sangat mencolok dan menimbulkan pertanyaan di mata negara-negara berkembang. Bisakah jasa menjadi sedinamis manufaktur? Bisakah negara yang mengembangkannya belakangan mendapatkan keuntungan dari globalisasi sektor jasa? Bisakah jasa menjadi pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan?
Sejumlah fakta cukup berharga untuk dikaji. Sektor jasa di India, yang menyumbangkan perkembangan negara itu, relatif lebih besar dibandingkan dengan di Cina. Meskipun termasuk wilayah yang rendah pendapatan perkapitanya, India dan negara-negara Asia Selatan lainnya telah mengadopsi pola pertumbuhan negara-negara dengan pendapatan perkapita menengah ke atas. Pola pertumbuhan negara-negara terse-but lebih mirip dengan Irlandia dan bahkan Israel, dibandingkan dengan Cina dan Malaysia.
Pola pertumbuhan India sangat menakjubkan karena seakan bertentangan dengan "hukum" pembangunan yang kaku yang sudah dianut selama sekitar dua ratus tahun, sejak bermula nya revolusi industri. Menurut "hukum" ini - yang sekarang menjadi kebijakan konvensional- industrialisasi adalah satu-satunya jalur untuk memacu pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara berkembang.
Sebagai akibat globalisasi, cepatnya tingkat perkembangan bisa sangat dahsyat. Namun, potensi pertumbuhan yang begitu eksplosif biasanya hanya terlihat di sektor manufaktur. Namun, bukan ini persoalannya. Ada bukti bahwa negara-negara dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi di sektor jasa cenderung memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara keseluruhan; sebaliknya, negara-negara yang tingkat pertumbuhannya tinggi memiliki tingkat pertumbuhan jasa yang juga tinggi.
Yang pasti, hubungan kausalitas-nya masih belum jelas. Namun, ada pula hubungan positif -yang diterima di negara-negara berkembang- antara tingkat pertumbuhan manu-faktur dan tingkat pertumbuhan secara keseluruhan. Namun, yang kerap terabaikan adalah efek dari tingkat pertumbuhan jasa terhadap agregat pertumbuhan ekonomi terlihat lebih kuat, dibandingkan dengan pengaruh pertumbuhan manufaktur terhadap pertumbuhan secara keseluruhan.
Apalagi, ada kecenderungan dari waktu ke waktu, peran sektor jasa yang lebih tinggi dalam perekonomian menunjukkan pertumbuhan jasa yang lebih tinggi tidak lantas menyebabkan turunnya biaya. Dengan kata lain, ongkos jasa tidak turun seiring dengan meningkatnya suplai jasa.
Porsi jasa di India begitu besar dan pertumbuhan sektor jasanya jauh lebih cepat dibandingkan dengan Cina. Meskipun Cina jauh lebih kaya dan tumbuh lebih cepat dari waktu ke waktu. Hal itu menunjukkan bahwa sektor jasa tidak sekadar merespons permintaan dajam negeri (yang pasti lebih tinggi permintaannya di Cina), tetapi juga berpeluang untuk ekspor.
Pengalaman pertumbuhan di India menunjukkan bahwa revolusi jasa global -jasa yang membuat tingkat pertumbuhan yang cepat dan kemiskinan berkurang- adalah hal yang mungkin. Di India, sektor jasa tidak hanya mendorong pertumbuh-an ekonomi secara keseluruhan, tetapi juga ditandai dengan produktivitas tenaga kerja yang tinggi dibandingkan dengan di sektor industri. Malahan, tingkat pertumbuhan produktivitas di sektor jasa India sepadan dengan pertumbuhan produktivitas di sektor manufaktur Cina, dengan begitu dapat mengurangi kemiskinan dengan kenaikan upah.
Pertumbuhan yang didorong jasa bisa berkelanjutan karena globalisasi jasa yang mencapai lebih dari tujuh puluh persen output global, masih dalam tahap awal perkembangannya. Lebih dari itu, pandangan lama bahwa jasa tidak bisa ditranspor-tasi, tidak bisa diperdagangkan, tidak lagi berlaku untuk penyelenggara jasa nonpersonal modem, yang bisa diproduksi dan diekspor dengan biaya rendah. Negara-negara berkembang bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan yang didorong jasa, dengan memberikan perhatian yang besar untuk itu.
Pengalaman India menawarkan harapan bagi negara-negara berkembang lainnya. Proses globalisasi di akhir abad 20 mendorong ke arah perbedaan pendapatan per kapita yang tajam antara negara-negara industri yang masuk ke pasar global dan sekitar enam puluh negara-negara berkembang yang pendapatanper kapitanya stagnan selama sekitar dua puluh tahun. Tampaknya, negara-negara berkembang itu harus menunggu giliran mereka untuk membangun sampai negara-negara industri raksasa seperti Cina menjadi kaya dan sektor manufaktur yang padat modal menjadi tidak kompetitif lagi.
Globalisasi jasa, bagaimanapun, memberikan peluang alternatif untuk negara-negara berkembang untuk menemukan ceruk pasar, di luar manufaktur, tempat mereka bisa mengembangkan spesialisasi dan mencapai tingkat pertumbuhan yang eksplosif seperti negara industri. Ketika jasa sudah diproduksi dan diperdagangkan di seantero dunia seperti globalisasi, kemungkinan setiap negara mengembangkan keunggulan komparatif mereka bisa meningkat. Keunggulan komparatif itu bisa dengan mudah ditemukan pada sektor jasa seperti halnya manufaktur dan pertanian.
Yang dijanjikan revolusi jasa adalah negara-negara tidak perlu menunggu untuk sampai ke tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat. Ada jalan baru yang terbentang.

RANGKUMAN

Ada bukti bahwa negara-negara dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi di sektor jasa cenderung memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara keseluruhan; Namun, yang kerap terabaikan adalah efek dari tingkat pertumbuhan jasa terhadap agregat pertumbuhan ekonomi terlihat lebih kuat, dibandingkan dengan pengaruh pertumbuhan manufaktur terhadap pertumbuhan secara keseluruhan. Apalagi, ada kecenderungan dari waktu ke waktu, peran sektor jasa yang lebih tinggi dalam perekonomian menunjukkan pertumbuhan jasa yang lebih tinggi tidak lantas menyebabkan turunnya biaya. Pengalaman pertumbuhan di India menunjukkan bahwa revolusi jasa global -jasa yang membuat tingkat pertumbuhan yang cepat dan kemiskinan berkurang- adalah hal yang mungkin. Pertumbuhan yang didorong jasa bisa berkelanjutan karena globalisasi jasa yang mencapai lebih dari tujuh puluh persen output global, masih dalam tahap awal perkembangannya. Proses globalisasi di akhir abad 20 mendorong ke arah perbedaan pendapatan per kapita yang tajam antara negara-negara industri yang masuk ke pasar global dan sekitar enam puluh negara-negara berkembang yang pendapatanper kapitanya stagnan selama sekitar dua puluh tahun.
Dalam bahasa “Pemasaran” produk berarti segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada konsumen, yang didalamnya terdiri barang secara fisik, jasa, dan konsep. Jadi dalam setiap produk terkandung kombinasi dari 3 hal tersebut. Sebuah komputer misalnya, maka barang secara fisiknya adalah monitor, CPU, keybord. Unsur jasanya adalah jasa tentang bagaimana cara penggunaan komputer, jasa pelatihan program komputer, dan jasa perawatan komputer. Sedangkan unsur konsepnya adalah dengan menggunakan komputer maka dapat membuat program dengan cepat, menghitung dengan cepat, menulis dengan cepat, dan fasilitas-fasilitas lain yang jauh lebih memudahkan.
Dalam pembagian yang ditinjau dari dapat tidaknya dilihat/diraba atau menurut wujudnya, produk terbagi menjadi dua yaitu barang dan jasa. Dalam tulisan ini hanya akan dibahas mengenai jasa, khususnya bagaimana peluang bisnis sektor ini berkembang di masyarakat.
Menurut Philip Kotler, jasa dapat didefinisikan sebagai “Setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikian sesuatu”.
Di Indonesia, industri jasa sangat beragam, bila dikaitkan dengan siapa penyelenggara dari sektor jasa, maka dapat dikelompokkan kedalam empat sektor utama ,yaitu :
•Sektor pemerintah
•Seperti kantor pos, kantor pelayanan pajak, kantor polisi, rumah sakit, sekolah, bank pemerintah
•Sektor nirlaba swasta
•Seperti sekolah, universitas, rumah sakit, yayasan
•Sektor bisnis
•Seperti, perbankan, hotel, perusahaan asuransi, konsultan, transportasi,
•Sektor manufaktur
•Seperti akuntan, operator komputer, penasihat hukum, arsitek

Faktor-faktor Yang Mendorong
Perkembangan Sektor Jasa

Biasanya setiap perkembangan bisnis jasa tertentu, terdorong oleh perkembangan faktor-faktor tertentu atau karena perkembangan sektor jasa yang lain. Berikut ini beberapa faktor yang sering menjadi penentu berkembangnya sektor jasa tertentu.
1.Waktu santai yang semakin banyak, atau waktu liburan sekolah dapat memunculkan banyak jenis jasa baru. Misalnya bisnis perjalanan wisata, pusat hiburan dan rekreasi, kursus dan pelatihihan singkat, jasa TV kabel, Rumah produksi Sinetron, tempat peristirahatan, karaoke, pertunjukkan musik.
2.Persentase wanita yg memasuki angkatan kerja semakin besar, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa penitipan anak, baby sitter, binatu, restoran siap santap.
3.Tingkat harapan hidup semakin meningkat, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa perawatan kesehatan dan konsultasi kesehatan.
4.Produk yang dibutuhkan dan dihasilkan semakin komplek, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya Jasa instalasi, pelatihan, konsultasi, reparasi.
5.Adanya peningkatan kompleksitas kehidupan, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa pengacara, psikolog, ahli gizi, dokter pribadi, pelatih kebugaran, penasihat finansial.

Karakteristik Jasa

Jasa memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari barang, dan berdampak pada cara memasarkannya. Karakteristik tersebut meliputi :
Intangibiliity
Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu obyek, alat atau benda maka jasa adalah suatu perbuatan, pengalaman, proses, kinerja (performance). Oleh karena itu jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi.
Implikasi bagi konsumen, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi, dan merasakan resiko yang lebih besar dalam keputusan pembeliannya, karena :
o Terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yg bisa dievaluasi sebelum pembelian dilakukan. Untnk barang, konsumen dapat menilai bentuknya, warna, modelnya sebelum membelinya. Namun utk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diterima konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa tesebut dikonsumsi.
o Jasa biasanya mengandung unsur experience quality, adalah karakteristik yang dapat dinilai setelah pembelian, seperti kualitas, efisiensi dan kesopanan.
o Dan credence quality, adl karakteristik yang sulit dinilai, bahkan setelah pembelian dilakukan. Misal, seseorang sulit menilai peningkatan kemampuan bahasa inggrisnya setelah mengikuti kursus pada periode tetentu.
Intangibiliity /intangibilitas jasa:
Adanya karakteristik Intangibiliity /intangibilitas pada jasa ini menyebabkan konsumen :
o Sulit mengevaluasi berbagai alternatif penawaran jasa
o Mempersepsikan tingkat resiko yang tinggi
o Menekankan pentingnya sumber informasi informal
o Menggunakan harga sebagai dasar penilaian kualitas.
Melihat beberapa kesulitan yang akan dihadapi konsumen tersebut, manajemen perlu segera merespon dengan beberapa kebijakan seperti :
o Mereduksi kompleksitas jasa
Kesulitan dalam memajang jasa dan mendiverensiasikan jasa inovasi jasa sukar dipatenkan
o Penekanan petunjuk fisik (tangible cues)
Memfasilitasi rekomendasi dari mulut ke mulut
o Fokus pada kualitas jasa